by

Quo Vadis: Inovasi Varian Teh dan Konsumsi Teh Nasional

TANIDATA.COM – Bandung – Tak dapat dipungkiri teh Indonesia semakin diminati pasar dunia. Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan tentunya terus mendorong pelaku usaha perkebunan agar terus berinovasi dengan olahan komoditas perkebunan, dan tentunya mengajak generasi muda untuk menyukai berbagai produk turunan komoditas perkebunan khususnya dalam hal ini konsumsi teh Indonesia.

“Tantangan pengembangan tanaman perkebunan tidak hanya persoalan produktivitas tetapi juga nilai tambah yang sangat butuh perhatian yang besar. Tentunya perlu inovasi-inovasi yang lebih baik lagi di sisi petani dan pelaku usaha agar produk-produk teh mendapat branding yang positif dalam hal pemasarannya, karena produk turunan teh beragam dan memiliki potensi sangat besar,” ujar Andi Nur Alam Syah, Dirjen Perkebunan Kementan (01/08).

Pelaku usaha perkebunan asal Bandung Jawa Barat, kembali melakukan inovasi pada olahan produk teh miliknya. “Kali ini, produk baru Arafatea berupa greentea fruit leather yang dikolaborasikan dengan varian rasa buah stroberi, lemon, mangga dan nanas. Produk tersebut melalui proses pengerigan dehidrator dengan tanpa menghilangkan kandungan nutrisi dan serat di dalamnya,” ujar Ifah, pemilik Arafatea saat dihubungi Tim Ditjen Perkebunan.

Menurut Ifah, Greentea fruit leather milik Arafatea untuk perdana sudah terjual sebanyak 1.000 toples, dengan pembelinya rombongan tamu dari Arab Saudi.

“Produk inovasi ini bisa menjadi solusi untuk pemanfaatan hasil produksi yang melimpah saat pasca panen raya, karena bisa diawetkan dengan proses dehidrator, tanpa mengubah rasa, warna maupun zat” ujar Ifah.

Selain itu, produk olahan teh milik Arafatea berhasil diminati buyer asal Maroko, yaitu PT Banafa, khususnya produk greentea lemon.

“Arafatea menjalin kerjasama dengan PT Banafa mulai tahun 2022 pada tahap awal 15 ton selanjutnya akan bertambah hingga 2025, dengan produk teh hijau lemon, dan teh rempah-rempah. Adapun manfaat greentea lemon ini sangat berpotensi, karena kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh,” ujar Ifah.

Plt. Direktur PPH Perkebunan, Baginda Siagian di tempat yanh berbeda menyatakan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan selalu berupaya mendorong kerjasama perdagangan seperti komoditas teh ini. Kerjasama ini tentunya berdampak positif bagi pekebun teh dan pelaku usaha perkebunan, selain dapat menambah pendapatan, juga sebagai ajang promosi teh Indonesia agar semakin dikenal dan diminati di pasar dunia.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed