by

Positif ASF, 7 Ton Daging Babi Dimusnahkan Karantina Pertanian Palu

TANIDATA.COM – Poso – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Palu memusnahkan 7 ton daging babi beku yang terinfeksi penyakit demam babi afrika, African Swine Fever, ASF.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Palu, Amril, komoditas yang masuk ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Pelabuhan Poso ini berasal dari Jakarta.
Tanpda dokumen kesehatan dari daerah asal, komoditas ini ditahan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan terkonfirmasi positif ASF. Dan sesuai dengan aturan perkarantinaan yang berlaku maka segera dilakukan tindakan pemusnahan.

“Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar habis. Tindakan ini juga merupakan langkah preventif, pencegahan agar virus ASF tidak menyebar di Sulteng,” kata Amril melalui keterangan tertulis, Selasa (26/4).

Amril menjelaskan secara rinci bahwa setelah pihaknya menahan, terhadap komoditas kemudian dilakukan pemeriksaan uji laboratorium . Dengan test berupa RT-PCR oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, didapati hasilnya positif ASF, jelas Amril.

Seperti diketahui ASF adalah jenis virus yang menyebabkan penyakit demam babi afrika. Penyakit ini bagi babi sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

“ASF ini menjadi perhatian utama dan sangat mewaspadai untuk cegah tangkal masuk di Sulteng karena penyebarannya sangat cepat dan mengancam mata pencaharian peternak babi,” sambung Amril.

ASF merupakan HPHK golongan 1 yang disebabkan oleh virus. Sampai saat ini  ASF belum ditemukan obat dan vaksin yang dapat menangkal HPHK tersebut. Virus ASF pada daging babi dapat bertahan hidup dalam jangka waktu yang lama sehingga berpotensi menjadi sumber penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian tinggi pada ternak babi.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang memberikan apresiasi pada pejabat Karantina Pertanian Palu yang telah berhasil melakukan pencegahan masuknya hama penyakit hewan ASF di Sulteng.

Bambang menerangkan bahwa pemusnahan media pembawa berupa daging babi beku itu sesuai dengan amanah undang-undang nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

“Ini bagian dari tugas pokok dan fungsi karantina pertanian dalam cegah tangkal masuk dan tersebarnya HPHK, salah satunya dari penyakit ASF ini,” pungkas Bambang.

Turut hadir sebagai saksi kegiatan pemusnahan, yaitu perwakilan Kepolisian sektor Poso Pesisir Utara, Bhabinkamtibmas desa Kawende, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan, Provinsi Sulteng, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Kepala Desa Kawende, KP3 Pantoloan, Komandan Koramil Poso Pesisir, dan pemilik barang.

Narahubung : Kepala Karantina Pertanian Palu  –  Amril

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed