by

SDM Pertanian Harus Beradaptasi dengan Perkembangan Zaman

TANIDATA.COM – BOGOR, – Kementerian Pertanian, tidak ingin pendidikan vokasi hanya sekadar mencetak SDM pertanian. Namun Kementan juga berharap SDM yang dihasilkan bisa berkualitas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Hal tersebut disampaikan dalam Koordinasi Teknis Pendidikan Vokasi Pertanian Tahun 2022, ‘Optimalisasi Peran Pendidikan Vokasi Pertanian dalam Mewujudkan Pengusaha Pertanian Milenial’, 20-22 Januari 2022, di Bogor, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peran pendidikan vokasi sangat penting untuk mendukung pembangunan pertanian.

“Pembangunan pertanian harus didukung SDM yang handal dan tentunya kita berharap melalui pendidikan vokasi bisa mendukung hal itu,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, optimis pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial yang berdaya saing tinggi, berkompetensi dan jeli melihat potensi pasar.

“Kementan harap institusi pendukung pertanian mampu menciptakan kandidat siswa yang siap bersaing dan ditempatkan dimana saja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Juga paham sistem agribisnis, sarana dan prasarana pertanian hingga faham bagaimana cara merawat alsintan,” katanya.

Dedi menambahkan, Kementan berharap terlahirnya alumni berkualitas dan bisa beradaptasi bahkan hingga membuka lapangan pekerjaan bagi petani milenial lain.

“Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, seperti IoT, Kementan harap para petani milenial mampu beradaptasi dan melakukan pengembangan yang berkaitan dengan dunia pertanian, untuk meningkatkan kualitas produk pertanian,” katanya.

Dijelaskannya, pada era industri 4.0 para petani milenial diajak mengembangkan teknologi Bio Science yang berkembang pesat.

“Artinya, produktivitas harus digenjot guna memenuhi permintaan kebutuhan pasar. Maka dari itu, Bio Science dan Bio Technology harus kita galakkan terkhusus para petani milenial. memaksimalkan penggunaan alsintan dan mentransformasi alat alat kuno ke alat alat yang lebih modern bisa membantu menggenjot produktivitas pertanian indonesia, menghemat tenaga, waktu dan lebih efisien dalam pemanfaatan lahan,” katanya.

Apreasiasi diberikan BPPSDMP Kementan kepada Pusat Pendidikan yang telah menginisiasi kegiatan pelatihan smart farming. baik online, offline maupun Hybrid. kementan harap perkembangan teknologi bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam hal pelatihan dan pendidikan smart farming.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed